Showing posts with label Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

Saya Siap Mencalonkan Julia Perez Sebagai Ketua Umum PSSI

Kisruh di induk organisasi sepakbola Indonesia, PSSI, seakan tiada henti. Dari beberapa media di Indonesia secara beramai-ramai banyak menuliskan tentang kepemimpinan Nurdin Halid yang dianggap sudah tidak pantas lagi duduk di kursi Ketua PSSI. Entah apa yang melatarbelakangi anggapan tersebut, yang jelas kepemimpinan di PSSI katanya dikait-kaitkan dengan isu politik pula. Lho, olahraga koq dikaitan dengan politik sih. Apa kata dunia??


Tapi jika kemungkinan dilengserkannya Nurdin Halid dari posisi Ketua PSSI, siapa sih yang paling layak menjadi Ketua selanjutnya? Dari berbagai polling yang dilakukan media memunculkan beberapa alternatif yang dianggap mampu dan bisa menjadi Ketua pengganti Nurdin Halid.
Tapi apabila saya boleh mengajukan saran mengenai Ketua PSSI baru seandainya Nurdin Halid diganti, maka saya akan menjagokan Julia Perez alias JUPE. Mengapa Jupe ?? dari beberapa artikel yang dikeluarkan oleh media massa dan media gossip, Jupe menurut saya layak dicalonkan menjadi Ketua PSSI. Silakan perhatikan beberapa artikel tentang Julia Perez, sebagai berikut :
  1. Artikel di kapanlagi, "Demi Gaston, Jupe Nonton Bola Ke Bandung" itu adalah bentuk kecintaan seorang wanita terhadap sepakbola pada umumnya yang rela demi sang kekasih menyempatkan diri menonton sepakbola di Bandung.

  2. Artikel di Kapanlagi, "Demi Gaston Jupe Buka Sekolah Sepakbola", apakah Ketua PSSI yang sekarang berinisiatif secara mandiri membuka sekolah sepakbola untuk pembinaan bakal calon pemain sepakbola di masa depan? ini adalah bentuk kepedulian seorang Jupe terhadap pembinaan dan pembibitan bakal calon pemain sepakbola nasional dan mungkin dunia.

  3. Artikel di bola (dot) net, "Julia Perez Kecewa Dengan Sistem Tiket AFF", dia memiliki niat untuk memperbaiki sistem tiket dalam dunia sepakbola. Apa gak mulia tuh niatnya?

  4. Artikel di Okezone, "WN Malaysia diimbau Jupe Tak Usah ke GBK" itu adalah bentuk permintaan seorang Jupe agar pendukung Malaysia tidak datang ke GBK, karena ditakutkan apabila Indonesia kalah (dan memang pada akhirnya Indonesia kalah) akan menimbulkan kerusuhan dan sebagainya.

  5. Artikel vivanews, "Dukung Timnas, Jupe Siapkan Bra Laser", ini adalah bentuk solidaritas Jupe terhadap Timnas manakala merasa bahwa dirinya adalah bagian dari timnas ini dan secara langsung ikut merasakan kekesalan ketika timnas dizholimi.

  6. Artikel di gugling, "Jupe ingin Gaston Masuk Timnas Indonesia", ini adalah pengharapan dan idealisme seorang Jupe yang berpikiran luas untuk mencari tahu bagaimana caranya agar timnas sepakbola bisa lebih maju lagi, yang mana mungkin salah satunya adalah dengan cara banyak melakukan naturalisasi.

  7. Artikel di Yahoo, "Takut Heboh, Jupe Tak Jadi Tonton Leg Kedua Final AFF", ini adalah cerminan seorang Jupe bahwa dia tidak ingin cari muka di hadapan orang lain terutama pejabat tinggi.

  8. Artikel kompas, "Jupe akan rayu Nurdin turun", ini adalah jurus terakhir Jupe untuk melicinkan keinginannya agar bisa jadi Ketua Umum PSSI.

Tulisan di atas hanya untuk guyon semata saja, jangan dimasukkan ke dalam hati ya...

Friday, December 17, 2010

Inilah Hasil Undian 16 Besar Liga Champions

Sesuai dengan hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2010/11, terjadi beberapa pertemuan besar antara klub-klub top Eropa.


Bahkan, ulangan final musim lalu di Santiago Bernabeu pun harus tersaji di babak ini. Sementara, dua wakil Inggris, Manchester United dan Chelsea, dianggap mendapat hasil undian yang empuk. Sedangkan Arsenal harus kembali bertemu dengan Barcelona.


Real Madrid masih berupaya menyingkirkan rekor buruk tidak pernah lolos dari babak 16 besar sejak beberapa musim terakhir. Barangkali bukan kebetulan pula kalau lawan mereka adalah tim yang menyingkirkan mereka dari turnamen musim lalu.


Dua wakil Italia lain, AS Roma dan AC Milan, bertemu tim kuda hitam turnamen. Sedangkan wakil ketiga Spanyol, Valencia, akan menghadapi tantangan wakil Jerman, Schalke 04.


Babak 16 besar akan dimainkan 15/23 Februari dan 8/16 Maret 2011.


Berikut hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2010/11 selengkapnya:


AS Roma - Shakhtar Donetsk
Debut penampilan Shakhtar di babak gugur Liga Champions ditandai dengan menghadapi Roma. Pelatih Shakhtar Mircea Lucescu pernah menangani Inter Milan sehingga lebih kurang mengenali karakter sepakbola Italia. Roma pernah berhadapan dengan wakil senegara Shakhtar, Dynamo Kyiv, musim 2007/08 silam. Dalam dua pertemuan, Roma memetik dua kemenangan. Akankah dominasi tersebut terulang lagi?


AC Milan - Tottenham Hotspur
Tottenham kembali ke wilayah Lombardia di Italia. Tepatnya ke kota Milan dan stadion San Siro. Setelah bertemu juara bertahan Inter di babak penyisihan grup Liga Champions, Spurs akan berhadapan dengan Milan pada babak 16 besar. Sambil menunggu keajaiban kaki kiri Gareth Bale, menarik menunggu kiprah kedua pelatih, Massimiliano Allegri dan Harry Redknapp, yang merupakan debutan di Liga Champions.


Valencia - Schalke 04
Kedua tim ini juga pernah bertemu pada penyisihan grup Liga Champions 2007/08. Dalam dua pertandingan, Valencia lebih baik daripada Schalke. Wakil Spanyol ini sukses menang 1-0 di kandang Schalke dan bermain imbang tanpa gol pada pertemuan kedua di Mestalla. Namun, Valencia terhenti di babak grup sedangkan Schalke berhasil melaju hingga perempat-final. Sejak musim itu, baru kali ini Valencia dapat berlaga di Liga Champions.


Inter Milan - Bayern Muenchen
Ulangan partai final musim lalu yang mengundang sebuah pertanyaan, akan terjadi peneguhan ataukah pembalasan dendam? Hanya satu perbedaan penting yakni Rafael Benitez kini menggantikan posisi Jose Mourinho sebagai pelatih Inter Milan, sedangkan materi pemain kedua tim relatif tidak berubah banyak. Sebagai runner-up grup, Inter akan bertindak sebagai tuan rumah laga pertama.


Olympique Lyon - Real Madrid
Pertandingan ini juga merupakan ulangan pertemuan keduanya di babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kala itu, Lyon berhasil memupus ambisi Madrid merebut gelar Eropa kesepuluh sekaligus tampil di final yang diselenggarakan di Santiago Bernabeu. Kini, apakah Jose Mourinho berhasil mematahkan rekor buruk Madrid yang selalu terhenti di babak 16 besar Liga Champions sepanjang enam musim terakhir?


Arsenal - Barcelona
Lagi, sebuah ulangan pertandingan musim lalu. Kedua tim disebut-sebut sebagai tim yang memeragakan penampilan paling rancak di seantero Eropa. Musim lalu, Barcelona menjadi yang terbaik. Setelah bermain 2-2 di Emirates, Barcelona memukul Arsenal 4-1 pada laga kedua di Camp Nou. Cerita lama tentang kisah Cesc Fabregas hampir dipastikan kembali menggelora Februari mendatang...


Olympique Marseille - Manchester United
Paling pertama muncul dari pertandingan ini adalah reuni Gabriel Heinze di Old Trafford. Pertandingan sekaligus merupakan pertemuan kedua tim dengan rekor tidak kebobolan di Liga Champions musim ini. United tidak kebobolan dalam lima pertandingan, sedangkan Marseille dalam empat laga. Jangan lupakan pula satu nama yang dapat merepresentasikan kedua tim: Eric Cantona.


FC Kopenhagen - Chelsea
Hal menarik dari pertandingan ini adalah berita putra Roman Abramovich, Arkady, yang tertarik membeli Kopenhagen, awal bulan ini. Jika terwujud, tentu menarik menyaksikan ayah dan anak duduk berdampingan di tribun kehormatan stadion menyaksikan laga ini. Di luar itu, media Eropa meyakini pertemuan ini merupakan undian empuk bagi Carlo Ancelotti. Tugas pelatih Italia itu untuk membuktikannya di atas lapangan.

Wednesday, December 15, 2010

Tim Merah Putih Tetap Pakai Garuda

Tim nasional Indonesia tetap akan mengenakan kostum berlambang negara Republik Indonesia, Garuda Pancasila, dalam laga semifinal melawan Filipina meski muncul gugatan dari pengacara David Tobing. Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nugraha Besoes begitu menyesalkan gugatan yang diajukan tersebut.



"Kenapa baru sekarang ada gugatan. Kita juga pakai lambang Garuda sejak Piala Asia 2007 lalu dan tidak ada masalah. Lambang Garuda juga tidak hanya digunakan di turnamen AFF saja," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/12). Gugatan atas penggunaan lambang negara di seragam tim Merah Putih sama saja dengan melucuti senjata jelang perang. Seharusnya yang ada saat ini bukan gugat menggugat, namun memberikan dukungan penuh kepada timnas agar mampu bermain maksimal.



Pria yang akrab disapa Kang Nug itu berharap kondisi ini tak akan mengganggu konsentrasi Firman Utina cs untuk pertandingan Kamis malam. Dan untuk menyelesaikan polemik perihal penggunaan Garuda, pihaknya telah berkonsultasi dengan DPR. "Saya telah melakukan konsultasi dengan DPR. Mereka telah meminta untuk jalan terus dan tetap bermain dengan lambang Garuda," lanjutnya.



Gugatan David Tobing dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dua hari jelang laga pertama semifinal Piala AFF 2010. Pria yang juga pengacara itu menilai penggunaan lambang Garuda di kostum tim Merah Putih telah melanggar Undang-undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan


Ketika Sepak Bola Bersanding dengan Politik

Suatu ketika pada 1960-an, Honduras dan El Salvador berperang menyusul satu pertandingan sepak bola antara kedua negara bertetangga tersebut. Itulah kali pertama sepak bola masuk ke ranah politik yang memiliki konsekuensi serius.



Perkembangan sepak bola setelah itu diupayakan menghindarkan konflik. FIFA pun mengatur pembagian jatah tuan rumah secara sederhana. Dua kekuatan utama sepak bola dunia, Eropa (Barat) dan Amerika Selatan atau Amerika Tengah mendapatkan giliran bergantian.



Oleh karena itu, ketika Piala Dunia 1966 digelar di Inggris, Piala Dunia 1970 dilaksanakan di Meksiko. Tahun 1974, Piala Dunia kembali ke Eropa di Jerman (Barat). Setelah Argentina (1978), Spanyol (1982) mendapat kesempatan, kemudian giliran Meksiko (1986) diikuti Italia (1990), AS (1994), dan Prancis (1998). Pada saat itu FIFA sudah dipimpin duet Joao Havelange (Brasil) dan Sepp Blatter (Swiss).



Duet ini menginginkan kawasan baru bagi Piala Dunia dan Jepang-Korsel ditunjuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Pada saat itulah kemapanan negara-negara Eropa dan Amerika Selatan mulai terusik. Jika tadinya hanya dua kawasan, kini jadi tiga kawasan. Dan, saat Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, negara-negara Eropa Barat semakin gerah. Peluang mereka menggelar Piala Dunia semakin tipis.



Di antara negara Eropa Barat yang paling gerah adalah Inggris. Maklumlah, mereka punya kompetisi antarklub terbaik dunia. Kapasitas dan kualitas stadion mereka istimewa. Lagi pula mereka didukung perekonomian dalam negeri yang kokoh. Di atas segalanya, ketika Inggris menggelar kampanye Piala Dunia 2018, mereka merasa punya hak tak tertulis.



Sudah lama sepak bola modern diyakini berasal dari Inggris. Kali ini mereka ingin sepak bola pulang kandang seperti saat Piala Eropa 1996. Fakta lain yang mereka sodorkan, Piala Dunia terakhir di Inggris digelar pada 1966. Sedangkan Jerman setelah 1974 sudah mendapat jatah berikutnya yaitu pada 2006.



Wajarlah negara-negara Eropa Barat terutama Inggris merasa setelah Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan 2014 di Brasil, tahun 2018 adalah giliran mereka. Sayangnya, FIFA tak sependapat. Setelah Michel Platini memimpin Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), kawasan Eropa Timur mulai dirambah.



UEFA memberikan peluang lebih banyak bagi klub Eropa Timur di Liga Champions. Dan FIFA diberi keyakinan sudah saatnya Piala Dunia digelar di Eropa Timur. Bagi Sepp Blatter yang sudah menggantikan Joao Havelange sebagai Presiden FIFA, Eropa Timur adalah kawasan baru. Demikian pula kawasan Timur Tengah, di mata FIFA, lewat Qatar yang beminat menggelar Piala Dunia 2018.



Nilai plus sebagai kawasan baru itu rupanya punya poin tinggi di mata FIFA. Konsep mereka menyepakbolakan dunia lewat Piala Dunia mau tak mau harus "makan korban". Kali ini Inggris, Spanyol/Portugal, Belanda/Belgia (2018), Australia dan AS (2022) yang gigit jari. Komite Eksekutif (Exco) FIFA memilih Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.



Di mata Eropa Barat terutama Inggris, FIFA sangat dicurigai bersifat korup. Apalagi Rusia dan Qatar didukung uang berlimpah dari minyak bumi dan gas bumi.



Penunjukan FIFA makin bias setelah Qatar diketahui tak mungkin menggelar Piala Dunia bulan Juni dan Juli. Iklim mereka dengan suhu mendekati 45 derajat Celcius tak bersahabat. Penguasa dan pengusaha negeri berpenduduk 1,7 juta jiwa itu menawarkan stadion full AC pada Piala Dunia 2022.



Lebih kontroversial lagi ketika Platini memikirkan menghentikan kompetisi Liga Eropa pada Desember dan Januari untuk pelaksanaan Piala Dunia 2022. Tak heran ketika Presiden AS Barrack Obama ikut menyalahkan penunjukan Qatar oleh FIFA.



PM Inggris David Cameron dan Pangeran Williams juga kecewa setelah melakukan presentasi yang dipuji Blatter dengan istilah "luar biasa". Apakah FIFA memang korupsi seperti dituding negara Eropa Barat? Sukar membuktikannya meski BBC dan Sunday Times sudah mengupas sisi buruk FIFA lewat investigasi mereka.



Yang paling sederhana, langkah FIFA serta negara-negara calon tuan rumah Piala Dunia bisa dipahami sebagai perkawinan politik dan sepak bola. Kalau sepak bola bersanding dengan politik tentu saja masalahnya hanya kepentingan. Sisi ini tentu sangat relatif, tetapi FIFA tetap punya tugas menyelamatkan prestasi sepak bola yang jadi roh perkawinan ini.
 
Copyright (c) 2010 trying find. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates by Buy My Themes.