Showing posts with label Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Antariksa. Show all posts

Thursday, May 19, 2011

Planet-Planet Teraneh Di Jagat Raya

Alam semesta terdiri dari bintang dan planet yang tak terhingga jumlahnya. Sebagian berukuran lebih kecil dari planet kita, namun yang jumlahnya lebih besar, jauh lebih banyak. Sifat dan massa planet-planet yang tersebar di seluruh jagat raya juga berbeda-beda. Berikut ini beberapa planet yang paling aneh dan unik 
yang telah ditemukan astronom.





Planet WASP-12b adalah planet paling panas yang pernah ditemukan. Suhu permukaannya mencapai 3.200 derajat Celcius. Letaknya 870 tahun cahaya dari bumi. Foto: ESA/NASA 



Planet Paltry memiliki 3 matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 149 tahun cahaya. Foto: NASA/JPL's Planetquest/Caltech 




Planet SWEEPS-10 memiliki kecepatan orbit tercepat. Waktu yang dibutuhkan planet ini untuk sekali mengelilingi bintangnya hanya sekitar 10 jam. Foto: NASA, ESA, A. Schaller (for STScI) 

Astronom memperkirakan seluruh permukaan Planet GJ 1214b tertutup oleh air. Planet yang besarnya 3 kali ukuran bumi ini terletak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi. Foto: David A. Aguilar, CFA 





Planet Dubbed TrES-4 merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini. Ukurannya 1.7 x planet Jupiter. Jaraknya dari bumi sekitar 1400 tahun cahaya. Foto: Jeffrey Hall, Lowell Observatory 



Planet Kepler-10b, hingga saat ini di ketahui sebagai planet terkecil di luar sistem tata surya. Planet kerdil ini ditemukan pada Januari 2011. Foto: NASA 



Planet Epsilon Eridani b jaraknya sangat dekat dengan bumi, hanya sekitar 10.5 tahun cahaya. Sedemikian dekatnya hingga kita bisa mengamatinya dengan teleskop. Foto: NASA, ESA, G.F. Benedict 





Planet OGLE-2005-BLG-390L b adalah planet yang terdingin dan terjauh jaraknya dari bumi, sekitar 28 ribu tahun cahaya. Foto: ESO

Planet-Planet Teraneh Di Jagat Raya

Alam semesta terdiri dari bintang dan planet yang tak terhingga jumlahnya. Sebagian berukuran lebih kecil dari planet kita, namun yang jumlahnya lebih besar, jauh lebih banyak. Sifat dan massa planet-planet yang tersebar di seluruh jagat raya juga berbeda-beda. Berikut ini beberapa planet yang paling aneh dan unik 
yang telah ditemukan astronom.





Planet WASP-12b adalah planet paling panas yang pernah ditemukan. Suhu permukaannya mencapai 3.200 derajat Celcius. Letaknya 870 tahun cahaya dari bumi. Foto: ESA/NASA 



Planet Paltry memiliki 3 matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 149 tahun cahaya. Foto: NASA/JPL's Planetquest/Caltech 




Planet SWEEPS-10 memiliki kecepatan orbit tercepat. Waktu yang dibutuhkan planet ini untuk sekali mengelilingi bintangnya hanya sekitar 10 jam. Foto: NASA, ESA, A. Schaller (for STScI) 

Astronom memperkirakan seluruh permukaan Planet GJ 1214b tertutup oleh air. Planet yang besarnya 3 kali ukuran bumi ini terletak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi. Foto: David A. Aguilar, CFA 





Planet Dubbed TrES-4 merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini. Ukurannya 1.7 x planet Jupiter. Jaraknya dari bumi sekitar 1400 tahun cahaya. Foto: Jeffrey Hall, Lowell Observatory 



Planet Kepler-10b, hingga saat ini di ketahui sebagai planet terkecil di luar sistem tata surya. Planet kerdil ini ditemukan pada Januari 2011. Foto: NASA 



Planet Epsilon Eridani b jaraknya sangat dekat dengan bumi, hanya sekitar 10.5 tahun cahaya. Sedemikian dekatnya hingga kita bisa mengamatinya dengan teleskop. Foto: NASA, ESA, G.F. Benedict 





Planet OGLE-2005-BLG-390L b adalah planet yang terdingin dan terjauh jaraknya dari bumi, sekitar 28 ribu tahun cahaya. Foto: ESO

Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni

Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun  berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari Daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet tersebut memiliki massa serupa dengan massa Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Pertamakali ditemukan pada tahun 2007, Gliese 581d awalnya tidak masuk kandidat sebagai tempat untuk mencari kehidupan di luar Bumi. Salah satu alasannya adalah ia hanya mendapat sepertiga radiasi Matahari seperti yang didapat Bumi dan kemungkinan ‘tidally locked’ atau hanya satu sisi yang selalu menghadap mataharinya dan punya siang dan malam hari permanen.

Akan tetapi, pemodelan terbaru yang dibuat oleh Robin Wordsworth, Francois Forget, dan rekan-rekan ilmuwan CNRS lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Atmosfir planet itu mampu menyimpan panas berkat padatnya gas CO2 dan dihangatkan oleh cahaya dari bintangnya.

“Secara keseluruhan, temperatur di sana memungkinkan air cair hadir di permukaan planet itu,” kata peneliti. “Massa planet yang besar juga berarti gravitasi di permukaannya kurang lebih dua kali lipat dibanding gravitasi Bumi,” ucapnya.

Akan tetapi, tidak begitu saja peneliti bisa mengirimkan astronot ke planet itu. Dari Bumi, pesawat ruang angkasa yang mampu terbang dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk tiba di sana. Sayangnya, teknologi roket yang sudah dimiliki umat manusia saat ini baru bisa mengantarkan kita ke Gliese 581d dalam waktu 300 ribu tahun. (eh)• VIVAnews

Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni

Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun  berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari Daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet tersebut memiliki massa serupa dengan massa Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Pertamakali ditemukan pada tahun 2007, Gliese 581d awalnya tidak masuk kandidat sebagai tempat untuk mencari kehidupan di luar Bumi. Salah satu alasannya adalah ia hanya mendapat sepertiga radiasi Matahari seperti yang didapat Bumi dan kemungkinan ‘tidally locked’ atau hanya satu sisi yang selalu menghadap mataharinya dan punya siang dan malam hari permanen.

Akan tetapi, pemodelan terbaru yang dibuat oleh Robin Wordsworth, Francois Forget, dan rekan-rekan ilmuwan CNRS lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Atmosfir planet itu mampu menyimpan panas berkat padatnya gas CO2 dan dihangatkan oleh cahaya dari bintangnya.

“Secara keseluruhan, temperatur di sana memungkinkan air cair hadir di permukaan planet itu,” kata peneliti. “Massa planet yang besar juga berarti gravitasi di permukaannya kurang lebih dua kali lipat dibanding gravitasi Bumi,” ucapnya.

Akan tetapi, tidak begitu saja peneliti bisa mengirimkan astronot ke planet itu. Dari Bumi, pesawat ruang angkasa yang mampu terbang dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk tiba di sana. Sayangnya, teknologi roket yang sudah dimiliki umat manusia saat ini baru bisa mengantarkan kita ke Gliese 581d dalam waktu 300 ribu tahun. (eh)• VIVAnews

Wednesday, May 18, 2011

Cumi-Cumi Dibawa ke Luar Angkasa

KOMPAS.com — Pesawat ulang alik Endeavour telah melesat ke International Space Station (ISS), Senin (16/5/2011). Dalam misi ke-25 sekaligus terakhirnya itu, Endeavour membawa Alpha Magnetic Spectrometer (AMS), alat seharga 2 miliar dollar AS yang berguna untuk meneliti antimateri dan materi gelap.
Ketika perhatian tertuju pada alat mahal tersebut, sebenarnya pesawat termuda milik Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu juga membawa muatan yang tak kalah penting, yaitu seekor cumi-cumi jenis Euprymna scolopes. Makhluk hidup yang termasuk golongan Chepalopoda itu dibawa sehingga bisa mengetahui efek mikrogravitasi pada kesehatan astronot.
Mengapa cumi-cumi? Makhluk ini memiliki simbiosis dengan bakteri Vibrio fischeri. Lewat simbiosis itu, bakteri memiliki ruang hidup dan kecukupan nutrisi dari cumi-cumi, sementara cumi-cumi mendapatkan keuntungan karena bakteri mampu menghasilkan cahaya. Ini membantu cumi-cumi dalam mencari makan dan menghindari predator.
Nah, seperti diketahui, gravitasi di antariksa lebih kecil daripada di Bumi. Tahun 2006, ketika bakteri Salmonella dikirim ke antariksa dan dibawa lagi ke Bumi, kemampuannya membunuh tikus putih mencapai tiga kali lipat. Pengaruh mikrogravitasi itulah yang diperkirakan menjadi penyebabnya.
Dengan mengirim cumi-cumi, ilmuwan ingin mengetahui efek mikrogravitasi pada mikroba menguntungkan seperti Vibrio fischeri. Akankah berubah menjadi merugikan? Nantinya, cumi-cumi yang dibawa ke luar angkasa itu akan dibiarkan dikolonisasi oleh bakteri, kemudian dimatikan, dibekukan, dan dibawa lagi ke Bumi.
Bila bakteri pada cumi-cumi terpengaruh oleh kondisi mikrogravitasi di antariksa, maka bakteri yang ada di tubuh astronot, misalnya di sistem pencernaan, juga bisa terpengaruh oleh kondisi tersebut. "Intinya, kami ingin memastikan para astronot dalam keadaan sehat," kata Jamie Foster dari University of Florida.
Foster mengatakan, pengiriman cumi-cumi beserta Vibrio fischeri di dalamnya ini merupakan misi pertama pengiriman bakteri menguntungkan. "Ini adalah upaya pertama melihat dampak pada bakteri menguntungkan," katanya. Hasil penelitian ini nantinya akan berguna bila misi penerbangan ke asteroid dan Mars terwujud.
Endeavour juga membawa lima jenis bakteri lain, yaitu Cupriavidus metallidurans, Deinococcus radiodurans yang tahan radiasi hingga 15.000 Gy, Haloarcula marismortui yang hidup di lingkungan salinitas tinggi, Pyrococcus furiosus yang tahan panas, dan Targigrade yang bisa hidup di rentang temperatur -273 derajat celsius hingga 150 derajat celsius. Kelima bakteri itu akan digunakan untuk menginvestigasi kebenaran hipotesis yang menyatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari meteorit.

Cumi-Cumi Dibawa ke Luar Angkasa

KOMPAS.com — Pesawat ulang alik Endeavour telah melesat ke International Space Station (ISS), Senin (16/5/2011). Dalam misi ke-25 sekaligus terakhirnya itu, Endeavour membawa Alpha Magnetic Spectrometer (AMS), alat seharga 2 miliar dollar AS yang berguna untuk meneliti antimateri dan materi gelap.
Ketika perhatian tertuju pada alat mahal tersebut, sebenarnya pesawat termuda milik Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu juga membawa muatan yang tak kalah penting, yaitu seekor cumi-cumi jenis Euprymna scolopes. Makhluk hidup yang termasuk golongan Chepalopoda itu dibawa sehingga bisa mengetahui efek mikrogravitasi pada kesehatan astronot.
Mengapa cumi-cumi? Makhluk ini memiliki simbiosis dengan bakteri Vibrio fischeri. Lewat simbiosis itu, bakteri memiliki ruang hidup dan kecukupan nutrisi dari cumi-cumi, sementara cumi-cumi mendapatkan keuntungan karena bakteri mampu menghasilkan cahaya. Ini membantu cumi-cumi dalam mencari makan dan menghindari predator.
Nah, seperti diketahui, gravitasi di antariksa lebih kecil daripada di Bumi. Tahun 2006, ketika bakteri Salmonella dikirim ke antariksa dan dibawa lagi ke Bumi, kemampuannya membunuh tikus putih mencapai tiga kali lipat. Pengaruh mikrogravitasi itulah yang diperkirakan menjadi penyebabnya.
Dengan mengirim cumi-cumi, ilmuwan ingin mengetahui efek mikrogravitasi pada mikroba menguntungkan seperti Vibrio fischeri. Akankah berubah menjadi merugikan? Nantinya, cumi-cumi yang dibawa ke luar angkasa itu akan dibiarkan dikolonisasi oleh bakteri, kemudian dimatikan, dibekukan, dan dibawa lagi ke Bumi.
Bila bakteri pada cumi-cumi terpengaruh oleh kondisi mikrogravitasi di antariksa, maka bakteri yang ada di tubuh astronot, misalnya di sistem pencernaan, juga bisa terpengaruh oleh kondisi tersebut. "Intinya, kami ingin memastikan para astronot dalam keadaan sehat," kata Jamie Foster dari University of Florida.
Foster mengatakan, pengiriman cumi-cumi beserta Vibrio fischeri di dalamnya ini merupakan misi pertama pengiriman bakteri menguntungkan. "Ini adalah upaya pertama melihat dampak pada bakteri menguntungkan," katanya. Hasil penelitian ini nantinya akan berguna bila misi penerbangan ke asteroid dan Mars terwujud.
Endeavour juga membawa lima jenis bakteri lain, yaitu Cupriavidus metallidurans, Deinococcus radiodurans yang tahan radiasi hingga 15.000 Gy, Haloarcula marismortui yang hidup di lingkungan salinitas tinggi, Pyrococcus furiosus yang tahan panas, dan Targigrade yang bisa hidup di rentang temperatur -273 derajat celsius hingga 150 derajat celsius. Kelima bakteri itu akan digunakan untuk menginvestigasi kebenaran hipotesis yang menyatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari meteorit.

Tuesday, May 17, 2011

Fakta-Fakta Menarik Pesawat Endeavour

Seperti yang kita ketahui, bahwa pada tanggal 16 Mei kemarin, pesawat Endeavour telah diluncurkan dalam menjalani misi yang ke-25 sekaligus misi yang terakhir.

Dan berikut adalah fakta-fakta menarik dari Pesawat Endeavour.

1. Endeavour pesawat luar angkasa termuda
Endeavour merupakan pesawat luar angkasa termuda yang dimiliki NASA. Pesawat luar angkasa ini dibuat untuk menggantikan Challenger yang mengalami kecelakaan pada tahun 1986 dan menewaskan 7 astronot.
Endeavour mulai dikembangkan pada 15 Februari 1982 dan meluncur kali pertama ke luar angkasa pada 7 Mei 1992. Misi yang akan dimulai pada 16 Mei nanti akan menjadi misi ke-25 sekaligus misi terakhir.
2. Endeavour dinamai oleh pelajar
Endeavour adalah satu-satunya pesawat luar angkasa yang dinamai oleh pelajar. Pada tahun 1988, NASA menggelar kompetisi penamaan bagi para pelajar SD dan SMP di Amerika. Saat itu, anak-anak diberi pengarahan bahwa nama pesawat harus berdasarkan misi penelitian kelautan.
Tahun 1989, Presiden George Bush mengumumkan pemenangnya. Nama Endeavour akhirnya terpilih, berasal dari nama kapal HMS Endeavour yang dipakai dalam ekspedisi James Cook pada abad ke-18 ke Pasifik Selatan.
3. Endeavour dikembangkan dengan biaya "murah"
Endeavour dikembangkan dengan biaya yang murah, dengan memanfaatkan sisa dari pengembangan pesawat luar angkasa Discovery dan Atlantis. Strategi ini membuat ongkos pengembangan Endeavour bisa diturunkan hingga 1,7 miliar dollar AS.
4. Endeavour membantu menyelamatkan Teleskop Hubble
Sesaat setelah Teleskop Hubble diluncurkan, ilmuwan menyadari bahwa gambar yang dikirim teleskop luar angkasa itu sedikit kabur. Tahun 1993, Endeavour dikirim untuk menyelesaikan masalah itu dalam serangkaian spacewalk yang kompleks, astronot optik, dan ke bagian lain Hubble. Segera, gambar yang dihasilkan Hubble menjadi jernih dan tajam. Tanpa misi itu, Hubble takkan ada gunanya.
5. Endeavour turut mengantar komponen penting ISS
Dalam misi STS-88 tahun 1998, Endeavour turut mengantar komponen penting ISS. Komponen itu adalah Unity Node, bagian yang menghubungkan modul kerja dan modul tinggal di ISS.
Modul itu digabungkan dengan modul Zarya milik Rusia. Dengan penggabungan itu, stasiun luar angkasa menjadi benar-benar internasional.
Pada misi 16 Mei 2011 nanti, Endeavour mengantar Alpha Magnetic Spectrometer 02 (AMS 02) yang akan membantu pencarian antimateri dan materi gelap.
6. Endeavour adalah agen perubahan
Misi kedua Endeavor pada tahun 1992 membawa perubahan pada misi antariksa. Untuk kali pertama dalam sejarah, astronot Afro Amerika perempuan terbang ke antariksa.
Misi ini juga membawa astronot Jepang bernama Mamoru Mohri. Untuk kali pertama pula, suami-istri astronot bernama Mark Lee dan Jan Davis terbang ke antariksa bersamaan.
Meski menjadi pesawat luar angkasa termuda, Endeavour pensiun lebih dulu dibandingkan Atlantis yang lebih tua. Begitu pensiun, Endeavour akan dimuseumkan di California Science Center di Los Angeles.

Fakta-Fakta Menarik Pesawat Endeavour

Seperti yang kita ketahui, bahwa pada tanggal 16 Mei kemarin, pesawat Endeavour telah diluncurkan dalam menjalani misi yang ke-25 sekaligus misi yang terakhir.

Dan berikut adalah fakta-fakta menarik dari Pesawat Endeavour.

1. Endeavour pesawat luar angkasa termuda
Endeavour merupakan pesawat luar angkasa termuda yang dimiliki NASA. Pesawat luar angkasa ini dibuat untuk menggantikan Challenger yang mengalami kecelakaan pada tahun 1986 dan menewaskan 7 astronot.
Endeavour mulai dikembangkan pada 15 Februari 1982 dan meluncur kali pertama ke luar angkasa pada 7 Mei 1992. Misi yang akan dimulai pada 16 Mei nanti akan menjadi misi ke-25 sekaligus misi terakhir.
2. Endeavour dinamai oleh pelajar
Endeavour adalah satu-satunya pesawat luar angkasa yang dinamai oleh pelajar. Pada tahun 1988, NASA menggelar kompetisi penamaan bagi para pelajar SD dan SMP di Amerika. Saat itu, anak-anak diberi pengarahan bahwa nama pesawat harus berdasarkan misi penelitian kelautan.
Tahun 1989, Presiden George Bush mengumumkan pemenangnya. Nama Endeavour akhirnya terpilih, berasal dari nama kapal HMS Endeavour yang dipakai dalam ekspedisi James Cook pada abad ke-18 ke Pasifik Selatan.
3. Endeavour dikembangkan dengan biaya "murah"
Endeavour dikembangkan dengan biaya yang murah, dengan memanfaatkan sisa dari pengembangan pesawat luar angkasa Discovery dan Atlantis. Strategi ini membuat ongkos pengembangan Endeavour bisa diturunkan hingga 1,7 miliar dollar AS.
4. Endeavour membantu menyelamatkan Teleskop Hubble
Sesaat setelah Teleskop Hubble diluncurkan, ilmuwan menyadari bahwa gambar yang dikirim teleskop luar angkasa itu sedikit kabur. Tahun 1993, Endeavour dikirim untuk menyelesaikan masalah itu dalam serangkaian spacewalk yang kompleks, astronot optik, dan ke bagian lain Hubble. Segera, gambar yang dihasilkan Hubble menjadi jernih dan tajam. Tanpa misi itu, Hubble takkan ada gunanya.
5. Endeavour turut mengantar komponen penting ISS
Dalam misi STS-88 tahun 1998, Endeavour turut mengantar komponen penting ISS. Komponen itu adalah Unity Node, bagian yang menghubungkan modul kerja dan modul tinggal di ISS.
Modul itu digabungkan dengan modul Zarya milik Rusia. Dengan penggabungan itu, stasiun luar angkasa menjadi benar-benar internasional.
Pada misi 16 Mei 2011 nanti, Endeavour mengantar Alpha Magnetic Spectrometer 02 (AMS 02) yang akan membantu pencarian antimateri dan materi gelap.
6. Endeavour adalah agen perubahan
Misi kedua Endeavor pada tahun 1992 membawa perubahan pada misi antariksa. Untuk kali pertama dalam sejarah, astronot Afro Amerika perempuan terbang ke antariksa.
Misi ini juga membawa astronot Jepang bernama Mamoru Mohri. Untuk kali pertama pula, suami-istri astronot bernama Mark Lee dan Jan Davis terbang ke antariksa bersamaan.
Meski menjadi pesawat luar angkasa termuda, Endeavour pensiun lebih dulu dibandingkan Atlantis yang lebih tua. Begitu pensiun, Endeavour akan dimuseumkan di California Science Center di Los Angeles.

Monday, May 16, 2011

NASA Siapkan Astronot untuk Mendarat di Asteroid

VIVAnews - Sebelum mengirim manusia untuk menjejakkan kakinya di asteroid di luar angkasa, sekelompok ilmuwan dan astronot NASA akan melakukan uji coba konsep dan teknik yang dibutuhkan untuk ekspedisi masa depan.

Uji coba itu dilakukan pada tiruan batu ruang angkasa yang ditanamkan di dasar samudera.

Saat ini para insinyur telah meletakkan pondasi untuk ekspedisi NASA ke-15 bertajuk “NASA’s Extreme Environment Mission Operations” atau disingkat NEEMO 15. Misi uji coba ini dijadwalkan akan digelar pada 17 Oktober mendatang.

Untuk mempersiapkan misi di bawah laut itu, kru penyelam telah memasang perangkat dan menyiapkan suasana berbatu yang dibutuhkan untuk mensimulasikan permukaan asteroid.

Ekspedisi NEEMO sendiri digelar di Aquarius Underwater Laboratory
Milik National Oceanic and Atmosfpheric Administration
yang berada di kedalaman 19 meter di bawah permukaan laut, lepas pantai Florida.

“Ekspedisi akan mensimulasi perjalanan ke asteroid, dan para ‘aquanauts’ akan menginvestigasi bagaimana cara terbaik untuk menuju ke permukaan batu ruang angkasa dan berjalan di sekelilingnya,” kata Brandi Dean, juru bicara NASA seperti dikutip dari Foxnews, 12 Mei 2011.

Tidak seperti mendarat di bulan atau Mars, pendaratan di asteroid akan lebih sulit karena kalaupun ada, gravitasi akan sangat sedikit. Untuk itu, NEEMO 15 akan mengevaluasi berbagai metode pendaratan dan melakukan uji coba di bawah laut merupakan salah satu cara terbaik untuk mensimulasikan kondisi gravitasi rendah.

“Para pakar sekalipun tidak tahu seperti apa permukaan asteroid,” kata Bill Todd, Project Manager NEEMO. “Di luar sana ada asteroid yang kita belum ketahui dan sedang menuju ke sini. Untuk itu kami mencari cara terbaik untuk melakukan pendaratan di sana,” ucapnya.
• VIVAnews

NASA Siapkan Astronot untuk Mendarat di Asteroid

VIVAnews - Sebelum mengirim manusia untuk menjejakkan kakinya di asteroid di luar angkasa, sekelompok ilmuwan dan astronot NASA akan melakukan uji coba konsep dan teknik yang dibutuhkan untuk ekspedisi masa depan.

Uji coba itu dilakukan pada tiruan batu ruang angkasa yang ditanamkan di dasar samudera.

Saat ini para insinyur telah meletakkan pondasi untuk ekspedisi NASA ke-15 bertajuk “NASA’s Extreme Environment Mission Operations” atau disingkat NEEMO 15. Misi uji coba ini dijadwalkan akan digelar pada 17 Oktober mendatang.

Untuk mempersiapkan misi di bawah laut itu, kru penyelam telah memasang perangkat dan menyiapkan suasana berbatu yang dibutuhkan untuk mensimulasikan permukaan asteroid.

Ekspedisi NEEMO sendiri digelar di Aquarius Underwater Laboratory
Milik National Oceanic and Atmosfpheric Administration
yang berada di kedalaman 19 meter di bawah permukaan laut, lepas pantai Florida.

“Ekspedisi akan mensimulasi perjalanan ke asteroid, dan para ‘aquanauts’ akan menginvestigasi bagaimana cara terbaik untuk menuju ke permukaan batu ruang angkasa dan berjalan di sekelilingnya,” kata Brandi Dean, juru bicara NASA seperti dikutip dari Foxnews, 12 Mei 2011.

Tidak seperti mendarat di bulan atau Mars, pendaratan di asteroid akan lebih sulit karena kalaupun ada, gravitasi akan sangat sedikit. Untuk itu, NEEMO 15 akan mengevaluasi berbagai metode pendaratan dan melakukan uji coba di bawah laut merupakan salah satu cara terbaik untuk mensimulasikan kondisi gravitasi rendah.

“Para pakar sekalipun tidak tahu seperti apa permukaan asteroid,” kata Bill Todd, Project Manager NEEMO. “Di luar sana ada asteroid yang kita belum ketahui dan sedang menuju ke sini. Untuk itu kami mencari cara terbaik untuk melakukan pendaratan di sana,” ucapnya.
• VIVAnews

Pencarian Alien di 86 Planet yang Mirip Bumi

VIVAnews - Pencarian terhadap tanda-tanda kehidupan asing di 86 planet serupa Bumi dimulai. Misi pencarian yang dilakukan itu merupakan bagian dari proyek SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence) yang diluncurkan pertengahan 1980-an.

Pencarian dimungkinkan dengan bantuan Green Bank Telescope, sebuah teleskop radio berukuran raksasa yang dipasang di kawasan terpencil di West Virginia, Amerika Serikat.

Parabola raksasa itu akan menghadap ke setiap 86 planet yang disaring dari total 1.235 planet yang berpotensi menyimpan kehidupan, yang teridentifikasi oleh teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Setiap planet akan diamati selama 24 jam untuk mendapatkan datanya.

“Kami tidak bisa memastikan bahwa seluruh bintang yang ditemukan memiliki sistem planet yang bisa dihuni, namun bintang-bintang ini merupakan tempat terbaik untuk mencari kehidupan di lain luar angkasa,” kata Andrew Siemion, peneliti dari University of California at Berkeley, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 16 Mei 2011.

Bulan lalu, SETI Institute mengumumkan bahwa mereka menutup upaya penting mereka dalam mencari alien - yakni sebuah proyek senilai 50 juta dolar AS yang terdiri dari 42 teleskop parabola yang dikenal dengan Allen Telescope Array - akibat kekurangan dana sebesar 5 juta dolar AS.

Dengan dibekukannya parabola ATA, astronom berharap bahwa Green Bank Telescope canggih yang sempat mengalami gangguan saat terjadi badai pada tahun 1988 lalu akan menyediakan informasi spesifik seputar planet yang berpotensi mendukung kehidupan.

Permukaan teleskop Green Bank yang berukuran 100 kali 110 meter memungkinkannya merekam data hingga hampir 1Gb per detik. Teleskop seberat 7,7 juta kilogram yang mulai beroperasi sejak tahun 2000 itu merupakan proyek yang dikembangkan oleh National Radio Astronomy Observatory.

Dan Werthimer, fisikawan yang juga terlibat dalam penelitan menyebutkan, pihaknya memilih planet-planet yang memiliki temperatur tertentu yakni antara 0 sampai 100 derajat Celcius. Alasannya adalah karena planet bersuhu tersebut lebih berpotensi menyimpan kehidupan.

Werthimer sendiri telah memimpin proyek SETI yang sudah berusia 3 dekade dari Puerto Rico, tempat di mana Arecibo, teleskop radio terbesar di dunia berada. Namun demikian, Werthimer menyebutkan, proyek itu tidak bisa mengamati kawasan langit utara yang sama seperti yang diamati oleh teleskop Green Bank.

“Dengan Arecibo, fokus kami adalah memantau bintang yang serupa dengan Matahari kita. Harapannya adalah mereka memiliki planet di sekitarnya yang memancarkan sinyal intelijen,” kata Werthimer. “Namun demikian, kami belum pernah memiliki daftar planet seperti ini sebelumnya,” ucapnya.

Green Bank Telescope, kata Werthimer, mampu memindai jangkauan frekuensi hingga 300 kali lipat kemampuan Arecibo. Artinya, dalam satu hari ia bisa mengumpulkan data dengan jumlah yang sama yang dilakukan oleh Arecibo dalam waktu satu tahun.

Peneliti memperkirakan, proyek pencarian ini kemungkinan akan memakan waktu satu tahun. Pada pelaksanaannya, proyek ini juga akan dibantu oleh sekitar 1 juta orang astronom rumahan yang tergabung dalam SETI@home yang membantu memproses data yang didapat menggunakan komputer pribadi mereka.
• VIVAnews

Pencarian Alien di 86 Planet yang Mirip Bumi

VIVAnews - Pencarian terhadap tanda-tanda kehidupan asing di 86 planet serupa Bumi dimulai. Misi pencarian yang dilakukan itu merupakan bagian dari proyek SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence) yang diluncurkan pertengahan 1980-an.

Pencarian dimungkinkan dengan bantuan Green Bank Telescope, sebuah teleskop radio berukuran raksasa yang dipasang di kawasan terpencil di West Virginia, Amerika Serikat.

Parabola raksasa itu akan menghadap ke setiap 86 planet yang disaring dari total 1.235 planet yang berpotensi menyimpan kehidupan, yang teridentifikasi oleh teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Setiap planet akan diamati selama 24 jam untuk mendapatkan datanya.

“Kami tidak bisa memastikan bahwa seluruh bintang yang ditemukan memiliki sistem planet yang bisa dihuni, namun bintang-bintang ini merupakan tempat terbaik untuk mencari kehidupan di lain luar angkasa,” kata Andrew Siemion, peneliti dari University of California at Berkeley, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 16 Mei 2011.

Bulan lalu, SETI Institute mengumumkan bahwa mereka menutup upaya penting mereka dalam mencari alien - yakni sebuah proyek senilai 50 juta dolar AS yang terdiri dari 42 teleskop parabola yang dikenal dengan Allen Telescope Array - akibat kekurangan dana sebesar 5 juta dolar AS.

Dengan dibekukannya parabola ATA, astronom berharap bahwa Green Bank Telescope canggih yang sempat mengalami gangguan saat terjadi badai pada tahun 1988 lalu akan menyediakan informasi spesifik seputar planet yang berpotensi mendukung kehidupan.

Permukaan teleskop Green Bank yang berukuran 100 kali 110 meter memungkinkannya merekam data hingga hampir 1Gb per detik. Teleskop seberat 7,7 juta kilogram yang mulai beroperasi sejak tahun 2000 itu merupakan proyek yang dikembangkan oleh National Radio Astronomy Observatory.

Dan Werthimer, fisikawan yang juga terlibat dalam penelitan menyebutkan, pihaknya memilih planet-planet yang memiliki temperatur tertentu yakni antara 0 sampai 100 derajat Celcius. Alasannya adalah karena planet bersuhu tersebut lebih berpotensi menyimpan kehidupan.

Werthimer sendiri telah memimpin proyek SETI yang sudah berusia 3 dekade dari Puerto Rico, tempat di mana Arecibo, teleskop radio terbesar di dunia berada. Namun demikian, Werthimer menyebutkan, proyek itu tidak bisa mengamati kawasan langit utara yang sama seperti yang diamati oleh teleskop Green Bank.

“Dengan Arecibo, fokus kami adalah memantau bintang yang serupa dengan Matahari kita. Harapannya adalah mereka memiliki planet di sekitarnya yang memancarkan sinyal intelijen,” kata Werthimer. “Namun demikian, kami belum pernah memiliki daftar planet seperti ini sebelumnya,” ucapnya.

Green Bank Telescope, kata Werthimer, mampu memindai jangkauan frekuensi hingga 300 kali lipat kemampuan Arecibo. Artinya, dalam satu hari ia bisa mengumpulkan data dengan jumlah yang sama yang dilakukan oleh Arecibo dalam waktu satu tahun.

Peneliti memperkirakan, proyek pencarian ini kemungkinan akan memakan waktu satu tahun. Pada pelaksanaannya, proyek ini juga akan dibantu oleh sekitar 1 juta orang astronom rumahan yang tergabung dalam SETI@home yang membantu memproses data yang didapat menggunakan komputer pribadi mereka.
• VIVAnews

Peluncuran Terakhir Endeavour

Liputan6.com, Florida: Pesawat ulang alik Endeavour dijadwalkan meluncur dari Kennedy Space Center, Merrit Island, Florida, Senin (16/5) waktu setempat. Seperti dilansir situs Livescience.com, ini merupakan peluncuran ke-25 sekaligus menjadi yang terakhir.

The National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengkalkulasi kemungkinan cuara cerah sekitar 70 persen. Komandan Mark Kelly akan memimpin enam kru antariksa dalam 16 hari perjalanan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Endeavour membawa percobaan astrofisika senilai US$ 2 miliar bernama Alpha Magnetic Spectrometer.

AMS yang berukuran masif mengandung magnet bertenaga super. Alat ini berfungsi mencari partikel luar angkasa yang diharapkan mampu memecahkan misteri alam semesta.(ULF)

Peluncuran Terakhir Endeavour

Liputan6.com, Florida: Pesawat ulang alik Endeavour dijadwalkan meluncur dari Kennedy Space Center, Merrit Island, Florida, Senin (16/5) waktu setempat. Seperti dilansir situs Livescience.com, ini merupakan peluncuran ke-25 sekaligus menjadi yang terakhir.

The National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengkalkulasi kemungkinan cuara cerah sekitar 70 persen. Komandan Mark Kelly akan memimpin enam kru antariksa dalam 16 hari perjalanan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Endeavour membawa percobaan astrofisika senilai US$ 2 miliar bernama Alpha Magnetic Spectrometer.

AMS yang berukuran masif mengandung magnet bertenaga super. Alat ini berfungsi mencari partikel luar angkasa yang diharapkan mampu memecahkan misteri alam semesta.(ULF)

Tuesday, February 15, 2011

Fakta Tentang Hidup di Luar Angkasa

1.Satu hari mengalami 17x matahari terbit


terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai. Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT). Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya, Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur. Untuk mengisi waktu Mereka biasanya memainkan musik dan kegiatan sejenisnya

2.Anda Akan Tumbuh lebih tinggi


gaya tekan gravitasi, tulang belakang Anda berkembang dan Anda tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5cm dan 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf.


3.Berhenti Mendengkur


Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.

4.Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan


pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.

5.Astronot terlama yang tinggal di pesawat selama 438 hari


Rekor untuk misi terlama dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438 hari (atau 14 bulan) perjalanan dinas di dalam stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995

6. Hanya 3 orang yang pernah meninggal di pesawat antariksa


Para awak dari Soyuz 11, Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev dan Vladislav Volkov, tewas setelah undocking dari stasiun ruang angkasa Salyut 1 setelah tinggal tiga minggu.

7.Hampir setiap astronot mengalami space sickness


Dengan tidak adanya gravitasi, sinyal dari sistem vestibulary dan reseptor tekanan menjadi kacau. Efeknya biasanya menyebabkan disorientasi pada tubuh: banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka seperti terbalik, atau bahkan mengalami kesulitan dalam penginderaan lokasi lengan dan kaki mereka sendiri. disorientasi ini adalah penyebab utama dari apa yang disebut Space Adaptasi Syndrome

8.Hal yang paling sulit adalah untuk Adaptasi ketika Anda kembali dari ruang angkasa


Ketika mereka kembali ke bumi, astronot harus beradaptasi kembali seperti pengalaman ketika mereka pertama kali ke ruang angkasa. Ada satu fase adaptasi yang agak lama untuk di biasakan, Beberapa kosmonotRusia telah melaporkan bahwa beberapa bulan setelah penerbangan , mereka masih sesekali melepaskan cangkir atau benda lain di udara - dan bingung ketika jatuh ke lantai

9.Radiasi Cosmic membuat Anda melihat Silauan saat berkedip


Menatap keluar dari kapsul ruang mereka, astronot Apollo menyaksikan pemandangan yang manusia belum pernah lihat sebelumnya. Mereka melihat pemandangan bumi yang biru terang terhadap. Mereka melihat sisi jauh Bulan. Mereka juga melihat kilatan cahaya aneh di dalam bola mata mereka!.

10.Anda mungkin harus mengambil spons mandi untuk kebersihan diri


Sementara stasiun seperti Skylab dan Mir telah dilengkapi dengan pancuran,Banyak astronot mengganti spons mandi dengan menggunakan waslap atau handuk basah. Hal ini akan mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Setiap astronot juga akan memiliki kit kebersihan diri dengan sikat gigi, pasta gigi, shampoo, pisau cukur dan perlengkapan mandi dasar lainnya.

Fakta Tentang Hidup di Luar Angkasa

1.Satu hari mengalami 17x matahari terbit


terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai. Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT). Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya, Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur. Untuk mengisi waktu Mereka biasanya memainkan musik dan kegiatan sejenisnya

2.Anda Akan Tumbuh lebih tinggi


gaya tekan gravitasi, tulang belakang Anda berkembang dan Anda tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5cm dan 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf.


3.Berhenti Mendengkur


Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.

4.Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan


pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.

5.Astronot terlama yang tinggal di pesawat selama 438 hari


Rekor untuk misi terlama dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438 hari (atau 14 bulan) perjalanan dinas di dalam stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995

6. Hanya 3 orang yang pernah meninggal di pesawat antariksa


Para awak dari Soyuz 11, Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev dan Vladislav Volkov, tewas setelah undocking dari stasiun ruang angkasa Salyut 1 setelah tinggal tiga minggu.

7.Hampir setiap astronot mengalami space sickness


Dengan tidak adanya gravitasi, sinyal dari sistem vestibulary dan reseptor tekanan menjadi kacau. Efeknya biasanya menyebabkan disorientasi pada tubuh: banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka seperti terbalik, atau bahkan mengalami kesulitan dalam penginderaan lokasi lengan dan kaki mereka sendiri. disorientasi ini adalah penyebab utama dari apa yang disebut Space Adaptasi Syndrome

8.Hal yang paling sulit adalah untuk Adaptasi ketika Anda kembali dari ruang angkasa


Ketika mereka kembali ke bumi, astronot harus beradaptasi kembali seperti pengalaman ketika mereka pertama kali ke ruang angkasa. Ada satu fase adaptasi yang agak lama untuk di biasakan, Beberapa kosmonotRusia telah melaporkan bahwa beberapa bulan setelah penerbangan , mereka masih sesekali melepaskan cangkir atau benda lain di udara - dan bingung ketika jatuh ke lantai

9.Radiasi Cosmic membuat Anda melihat Silauan saat berkedip


Menatap keluar dari kapsul ruang mereka, astronot Apollo menyaksikan pemandangan yang manusia belum pernah lihat sebelumnya. Mereka melihat pemandangan bumi yang biru terang terhadap. Mereka melihat sisi jauh Bulan. Mereka juga melihat kilatan cahaya aneh di dalam bola mata mereka!.

10.Anda mungkin harus mengambil spons mandi untuk kebersihan diri


Sementara stasiun seperti Skylab dan Mir telah dilengkapi dengan pancuran,Banyak astronot mengganti spons mandi dengan menggunakan waslap atau handuk basah. Hal ini akan mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Setiap astronot juga akan memiliki kit kebersihan diri dengan sikat gigi, pasta gigi, shampoo, pisau cukur dan perlengkapan mandi dasar lainnya.

Monday, January 31, 2011

Gambaran Sebagian Luas Alam Semesta

Untuk mengukur luas langit para ahli astronomi menggunakan satuan cahaya. Kecepatan cahaya dalam 1 detik adalah 300.000 km. Jarak dari bumi ke bulan 450.000 km ditempuh cahaya dalam waktu 1,5 detik. Jarak dari bumi ke matahari 149.juta km di tempuh cahaya dalam waktu 8 menit. Perhitungan kecepatan cahaya yang digunakan untuk mengukur luas langit atau alam semesta kita ini adalah seperti pada slide dibawah ini.



Konon menurut para ahli astronomi jarak bintang terjauh yang dapat dilihat dengan peneropong bintang Huble dewasa ini adalah 14 milyar tahun cahaya. Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Cahaya yang memiliki kecepatan 300.000 km /detik jika dipancarkan dari bumi ini diperkirakan baru sampai ketepian alam semesta setelah 14 milyar tahun.


Ilmu astronomi menggambarkan struktur bintang dilangit sebagai berikut. Matahari adalah bintang terdekat kepada kita. Matahari dikelilingi oleh 9 buah planet yang berkeliling disekitar matahari. 9 planet berikut asteroid dan komet yang beredar disekitar matahari termasuk dalam keluarga matahari. Keluarga matahari bersama 200 milyar bintang lainnya yang setara atau bahkan lebih besar dari matahari berkumpul dalam suatu keluarga yang disebut Galaksi. Matahari kita ini berada dalam salah satu dari lengan Galaksi Bima sakti (Milkyway). Galaksi Bima sakti dengan beberapa Galaksi lain diantaranya Adromeda membentuk sebuah kelompok Galaksi yang disebut Cluster. Ribuan cluster ini akan membentuk satu kelompok yang disebut super cluster. Super cluster yang berisi ribuan cluster ini bertebaran di alam semesta membentuk jagat raya yang maha luas.

Demikianlah struktur alam semesta menurut ilmu astronomi, sungguh penciptaan manusia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta seluruhnya. Bumi kita jika dibandingkan dengan bintang yang ada di alam semesta hanya bagaikan sebutir debu di padang pasir yang luas. Apalah artinya kita seorang manusia yang berdiam dipermukaan bumi jika dibandingkan dengan alam semesta yang luas ini.

Ini adalah foto sekumpulan Galaksi yang berjarak milyaran tahun cahaya dari bumi Diambil dari satelit Huble yang mengorbit dalam jarak atara 40 s/d 50 km diatas bumi Banyak diantara Galaksi tersebut yang berbentuk spiral. Menurut para ahli astronomi pada Galaksi yang berbentuk spiral itu terdapat kurang lebih 200 milyar bintang yang setara bahkan lebih besar dari matahari kita ini.


Gambar diatas adalah foto Galaksi Adromeda tetangga dekat dari Galaksi Bimasakti (Milkyway) tempat matahari dan bumi kita ini berada.


Matahari dan bumi kita berada pada salah satu lengan dari Galaksi Bimasakti yang berbentuk spiral seperti diatas (tanda panah ). Matahari beredar mengelilingi pusat Galaksi Bimasakti untuk satu kali putaran memerlukan waktu kurang lebih 200 juta tahun. Didalam Galaksi Bimasakti ini terdapat kurang lebih 200 milyar bintang yang setara bahkan lebih besar dari matahari.


Ini adalah gambar satelit Huble yang mengorbit diatas bumi pada ketinggian sekitar 40 s/d 50 km membawa alat untuk meneropong bintang dilangit. Dari satelit Huble ini manusia bisa mengamati Galaksi dan bintang yang tersebar di seluruh alam jagat raya.



Inilah kira kira gambaran alam semesta yang dapat diamati oleh manusia saat ini.Galaksi Bimasakti tempat kita menetap, berada dalam kelompok Virgo super cluster. Manusia yang berada dibumi ini merupakan sesuatu yang tidak berarti jika dibandingkan dengan alam semesta. Apakah yang dibanggakan manusia hingga ia menjadi sombong dan enggan tunduk kepada Allah yang menjadikan alam semesta ini ?? Hanya orang bodohlah yang tidak mau tunduk pada Allah pemilik dan pencipta alam semesta ini .

Bumi kita dibandingkan dengan jumlah bintang dilangit hanya bagaikan sebutir debu yang sangat halus ditengah Gurun pasir Sahara. Jumlah bintang dilangit yang setara dan lebih besar dari matahari sangat banyak dan sulit dihitung dengan angka. Jika dihitung semua pasir yang ada di seluruh pantai, gurun dan permukaan bumi ini, maka jumlah bintang dilangit jauh lebih banyak dari itu.

Gambaran Sebagian Luas Alam Semesta

Untuk mengukur luas langit para ahli astronomi menggunakan satuan cahaya. Kecepatan cahaya dalam 1 detik adalah 300.000 km. Jarak dari bumi ke bulan 450.000 km ditempuh cahaya dalam waktu 1,5 detik. Jarak dari bumi ke matahari 149.juta km di tempuh cahaya dalam waktu 8 menit. Perhitungan kecepatan cahaya yang digunakan untuk mengukur luas langit atau alam semesta kita ini adalah seperti pada slide dibawah ini.



Konon menurut para ahli astronomi jarak bintang terjauh yang dapat dilihat dengan peneropong bintang Huble dewasa ini adalah 14 milyar tahun cahaya. Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Cahaya yang memiliki kecepatan 300.000 km /detik jika dipancarkan dari bumi ini diperkirakan baru sampai ketepian alam semesta setelah 14 milyar tahun.


Ilmu astronomi menggambarkan struktur bintang dilangit sebagai berikut. Matahari adalah bintang terdekat kepada kita. Matahari dikelilingi oleh 9 buah planet yang berkeliling disekitar matahari. 9 planet berikut asteroid dan komet yang beredar disekitar matahari termasuk dalam keluarga matahari. Keluarga matahari bersama 200 milyar bintang lainnya yang setara atau bahkan lebih besar dari matahari berkumpul dalam suatu keluarga yang disebut Galaksi. Matahari kita ini berada dalam salah satu dari lengan Galaksi Bima sakti (Milkyway). Galaksi Bima sakti dengan beberapa Galaksi lain diantaranya Adromeda membentuk sebuah kelompok Galaksi yang disebut Cluster. Ribuan cluster ini akan membentuk satu kelompok yang disebut super cluster. Super cluster yang berisi ribuan cluster ini bertebaran di alam semesta membentuk jagat raya yang maha luas.

Demikianlah struktur alam semesta menurut ilmu astronomi, sungguh penciptaan manusia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta seluruhnya. Bumi kita jika dibandingkan dengan bintang yang ada di alam semesta hanya bagaikan sebutir debu di padang pasir yang luas. Apalah artinya kita seorang manusia yang berdiam dipermukaan bumi jika dibandingkan dengan alam semesta yang luas ini.

Ini adalah foto sekumpulan Galaksi yang berjarak milyaran tahun cahaya dari bumi Diambil dari satelit Huble yang mengorbit dalam jarak atara 40 s/d 50 km diatas bumi Banyak diantara Galaksi tersebut yang berbentuk spiral. Menurut para ahli astronomi pada Galaksi yang berbentuk spiral itu terdapat kurang lebih 200 milyar bintang yang setara bahkan lebih besar dari matahari kita ini.


Gambar diatas adalah foto Galaksi Adromeda tetangga dekat dari Galaksi Bimasakti (Milkyway) tempat matahari dan bumi kita ini berada.


Matahari dan bumi kita berada pada salah satu lengan dari Galaksi Bimasakti yang berbentuk spiral seperti diatas (tanda panah ). Matahari beredar mengelilingi pusat Galaksi Bimasakti untuk satu kali putaran memerlukan waktu kurang lebih 200 juta tahun. Didalam Galaksi Bimasakti ini terdapat kurang lebih 200 milyar bintang yang setara bahkan lebih besar dari matahari.


Ini adalah gambar satelit Huble yang mengorbit diatas bumi pada ketinggian sekitar 40 s/d 50 km membawa alat untuk meneropong bintang dilangit. Dari satelit Huble ini manusia bisa mengamati Galaksi dan bintang yang tersebar di seluruh alam jagat raya.



Inilah kira kira gambaran alam semesta yang dapat diamati oleh manusia saat ini.Galaksi Bimasakti tempat kita menetap, berada dalam kelompok Virgo super cluster. Manusia yang berada dibumi ini merupakan sesuatu yang tidak berarti jika dibandingkan dengan alam semesta. Apakah yang dibanggakan manusia hingga ia menjadi sombong dan enggan tunduk kepada Allah yang menjadikan alam semesta ini ?? Hanya orang bodohlah yang tidak mau tunduk pada Allah pemilik dan pencipta alam semesta ini .

Bumi kita dibandingkan dengan jumlah bintang dilangit hanya bagaikan sebutir debu yang sangat halus ditengah Gurun pasir Sahara. Jumlah bintang dilangit yang setara dan lebih besar dari matahari sangat banyak dan sulit dihitung dengan angka. Jika dihitung semua pasir yang ada di seluruh pantai, gurun dan permukaan bumi ini, maka jumlah bintang dilangit jauh lebih banyak dari itu.

Sunday, January 23, 2011

Fakta Lain Tentang Bulan


Bulan yang biasa kita amati pada malam hari ternyata menyimpan suatu misteri unik yang tetap dipertanyakan oleh para ahli. Keberadaannya, usianya, dan bahkan semua tentang bulan membuat gambaran dari bulan itu sendiri menjadi suatu misteri bagi penduduk bumi.

Dr. Robin Brett dari NASA pernah mengatakan bahwa, ?sepertinya lebih mudah menjelaskan mengapa bulan tidak ada daripada mengapa ada bulan.?

Usia Bulan
Salah satu yang paling membingungkan dari bulan adalah usianya. Hampir semua dari bebatuan bulan yang dibawa ke bumi untuk diamati ternyata mempunyai usia 90% lebih tua dibandingkan dengan bebatuan bumi yang paling tua sekalipun. Hingga saat ini bebatuan bumi yang paling tua yang pernah ditemukan adalah yang berumur 3,7 miliar tahun, sedangkan bebatuan bulan ternyata berusia antara 4,3 dan 5,3 miliar tahun. Penelitian tentang bulan ini sekaligus membuat lutut dari para pengagum teori kreasonis (teori penciptaan bumi) sempat gemetar. Dalam bible sendiri dicatat bahwa bulan diciptakan pada hari keempat, dan seharusnya apapun yang ditemukan para ahli diluar sana mengenai bulan akan mengatakan bahwa bulan setidaknya lebih muda dari bumi. Jika dalam beberapa dekade kedepan tidak ditemukan lagi bebatuan bumi yang lebih tua, maka kemungkinan fakta mengenai bulan akan mulai mengolok-olok para pengagum teori kreasonis.

Bulan Berongga
Ketika akan meninggalkan bulan dalam misi pendaratan di bulan, pesawat apolo 12 melontarkan pesawat pendarat kembali ke bulan, dan dari apa yang dicatat oleh mesin pencatat gempa yang dipasang di bulan, ternyata terjadi gempa yang berlangsung selama lebih dari 15 menit dalam radius 72km dan mengeluarkan dengungan. Sama halnya ketika kita memukul tong kosong dengan martil sekuat tenaga, maka tong tersebut akan mengeluarkan bunyi dari getaran yang dihasilkan. Hal yang sama juga terjadi pada bulan, dan ini telah membuktikan bahwa bulan itu kosong.


http://static.howstuffworks.com/gif/moon-landing-hoax-1.jpg


Debu yang Hilang
Jika memang bulan memiliki usia seperti bebatuannya yang berhasil diteliti, maka seharusnya ada tumpukan debu yang menutupi permukaannya setebal 180 kaki, namun nyatanya debu yang menutupi permukaan bulan hanya setebal 2 inci.

Berlapiskan Unsur Logam
Komposisi bebatuan bulan ternyata bukan sembarang bebatuan. Ketika para ahli mencoba melakukan pengeboran di bulan mereka terkejut karena mendapati permukaan bulan terlalu sukar untuk ditembus. Setelah diteliti, ternyata terdapat komposisi unsor logam yang sangat keras, yaitu unsur logam titanium, bahan yang sama yang digunakan untuk membuat pesawat antariksa. Kesimpulan mengenai bulan pun semakin bertambah yaitu, bola titanium raksasa yang berongga.

Dewa Anjing Menelan Matahari
Orang dahulu acap kali berhasil mengamati suatu fenomena alam yang aneh, mereka menyebutnya dengan istilah ?dewa anjing menelan matahari?, di saat itu akan ada benda langit berwarna hitam menutup total matahari, langit siang hari yang terang benderang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dipenuhi dengan kelap-kelip bintang, yaitu ?gerhana matahari total? yang dikenal oleh ilmuwan sekarang ini. Pada saat gerhana matahari total, benda langit hitam yang kita lihat adalah bulan, ukuran bulan persis bisa menutupi matahari, artinya jika dilihat dari bumi, bulan dan matahari sama besarnya.

Belakangan astronom mendapati, bahwa jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali lipat diameter bulan, maka jika dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km, dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi. 



http://apod.nasa.gov/apod/image/0104/moon_sct_big.jpg

Sumber 

Thursday, October 21, 2010

Hotel di Luar angkasa??

Woww!!
Meskipun ini adalah hal yang mustahil tapi tidak ada salahnya.

Seperti Apakah Hotel Luar Angkasa?

Orbital Technology, sebuah perusahaan bermarkas di Moskow, akhir pekan ini  seperti yang dikutip Daily Mail, berharap bisa memanfaatkan peluang bisnis dalam bidang pariwisata angkasa luar.

Perusahaan itu  rencananya akan  membangun Commercial Space Station yang menyediakan jasa pariwisata bagi para pelancong dari kelas 'jet set' dan tempat berlibur bagi petugas International Space Station serta para pekerja atau ilmuwan yang bekerja di luar angkasa.

Memang, proyek ambisius itu tampaknya tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Perusahaan itu baru berencana meluncurkan sebuah stasiun luar angkasa yang terdiri dari tujuh ruangan pada 2016 , tetapi rencana itu mungkin akan berkembang atau berkurang tergantung pada permintaan pelanggan.

Selain itu masih ada satu masalah. RKK Energia, perusahaan milik pemerintah Rusia yang ditunjuk sebagai kontraktor untuk membangun stasiun itu, belum menjelaskan apakah mereka punya dana yang cukup untuk menjalankan proyek itu.

Energia sebelumnya membangun kapsul untuk kru Soyuz, misi penerbangan luar angkasa Russia, dan kapal kargo 'Progress' yang digunakan untuk mengantar awak luar angkasa dan persediaan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Sergey Kostenko, kepala eksekutif Orbital Technology,  mengemukakan stasiun luar angkasa yang mereka rencanakan itu akan menjadi 'hotel nyaman yang berada dalam orbit, yang dirancang secara khusus untuk wisatawan."

"Akan lebih nyaman dari Stasiun Luar Angkasa Internasional karena tidak ada peralatan ilmiah yang tidak perlu," tambah Kostenko.

Sampai sekarang para turis luar angkasa, yang terdiri dari segelintir manusia super kaya dan gila petualangan, harus menelan cercaan dan berdesak-desakan dengan para astronot atau kosmonot untuk bisa berwisata di stasiun Luar Angkasa Internasional. Mereka juga harus mengambang dengan hati-hati agar tidak merusak alat-alat penelitian di sana.

Sementara itu rancangan stasium wisata luar angkasa itu terus dibangun dan beberapa sketsa telah disiarkan oleh Orbital Technologies tampak menyerupai Stasiun Luar Angkasa Internasional.  Orbital Technologies tidak mengungkapkan biaya proyek itu.

Selama ini para wisatawan luar angkasa yang berkunjung ke stasiun luar angkasa dilatih di Rusia dan dikirim dalam kapsul Soyuz milik Rusia, meski perjalanan itu dikelola oleh perusahaan yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat.

Pendiri Canadian Cirque du Soleil, Guy Laliberte yang melewatkan 12 hari di luar angkasa pada  September 2009 adalah turis luar angkasa terbaru yang berangkat ke stasiun angkasa luar. Rusia rupanya h menghentikan pariwisata angkasa luar tahun ini karena jumlah kru semakin meningkat.

Makanan di stasiun yang sedang dibangun itu akan disesuaikan dengan permintaan pelanggan, ungkap Kostenko, dan para pengelola program itu sedang berpikir untuk merekrut koki-koki selebriti untuk memasak  sebelum dikirimkan ke luar angkasa.
 
Copyright (c) 2010 trying find. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates by Buy My Themes.